Martha Elizabeth Rogers
Martha Elizabeth Rogers yang lahir di Dallas, Texas, tanggal 12 Mei 1914 dan meninggal di Phoenix, tanggal 13 Maret 1994. Martha merupakan salah satu tokoh kesehatan. Martha adalah anak tertua dari empat bersaudara. Martha memiliki keyakinan yang kuat dalam mengikuti kuliah. Martha kuliah di Universitas Tennessee di Knoxville tahun 1931-1933. Martha mendapatkan gelar diploma pada tahun 1936, dan mendapatkan gelar MA dalam pengawasan Perawatan Kesehatan Umum dari Teachers College, Columbia University, New York, pada tahun 1945. Martha sangat cerdas dan gigih. Martha mendapatkan MPH nya dan ScD pada tahun 1945. Martha pembuat teori yang dikenal dengan nama konsep manusia sebagai unit. Dalam memahami konsep model dan teori ini , Martha berasumsi bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh, yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda
Menurut Martha atau Rogers Keperawatan adalah ilmu humanistis atau humanitarian yang menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan memperkirakan prinsip-prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis. Dan Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan, mempelajari tentang alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia.
Rogers mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip – prinsip kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan dinyatakan Rogers merupakan aktifitas yang berakar pada dasar ilmu pengetahuan abstrak, pemikiran intelektual, dan hati nurani. Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan, dan teknologi. Aktivitas keperawatan meliputi pengkajian, intervensi, dan pelayanan rehabilitatif senantiasa berdasar pada konsep pemahaman manusia atau individu seutuhnya.
Martha Elizabeth Rogers membuat dasar teori. bernama 'Rogers' adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan sejarah dan mitologi. Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. Jadi menurut Martha Elizabeth Rogers Ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia, alam dan perkembangan manusia secara langsung.
Berdasarkan pada kerangka konsep yang dikembangkan oleh Rogers (1970) ada lima dasar asumsi tentang manusia, yaitu:
1. Manusia adalah satu kesatuan
2. Manusia merupakan makhluk yang memiliki kepribadian unik, antara satu dan lainnya berbeda di beberapa bagian
3. Individu dan lingkungan terus mengalami perubahan materi dan energi. Berasumsi bahwa individu dan lingkungan saling tukar-menukar energi dan material satu sama lain.
4. Mempercayai bahwa proses hidup manusia tidak dapat diulang dan tidak dapat diprediksi sepanjang ruang dan waktu. Bahwa proses kehidupan manusia merupakan hal yang tetap dan saling bergantung.
Perilaku pada individu merupakan suatu bentuk kesatuan yang inovatif.
Berdasarkan pada asumsi-asumsi, terdapat 4 batasan utama yang ditunjukkan oleh Martha E. Roger :
1. Sumber energi
2. Keterbukaan
3. Pola-pola perilaku
4. Ukuran-ukuran 4 dimensi
Elemen-elemen yang saling berhubungan pada ini adalah manusia dan lingkungannya.
Teori hemodinamikanya menyatakan bahwa dalam keperawatan dipergunakan prinsip hemodinamika untuk melayani manusia, yaitu :
1. Integritas (Integrality), adalah proses berhubungan yang menguntungkan antar manusia dan lingkungannya secara berkesinambungan.
2. Resonansi (Resonancy), Prinsip ini membicarakan tentang alam dan perubahan yang terjadi antara manusia dan lingkungan.
3. Helicy, Prinsip yang menyatakan bahwa keadaan alami dan hubungan manusia dan lingkungan adalah berkesinambungan, inovatif.
Martha Elizabeth Rogers membuat dasar teori yang bernama 'Rogers' yang berisi tentang asal-usul manusia dan alam semesta seperti antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan sejarah dan mitologi. Jadi ilmu keperawatan menurut Martha E Rogers adalah ilmu yang mempelajari manusia,alam dan perkembangan manusia secara langsung.
Rogers menyatakan bahwa ilmu keperawatan adalah Unitary Human Being,yaitu manusia sebagai unit. Rogers berasumsi bahwa manusia merupakan satu kesatuan yang utuh,yang memiliki sifat dan karakter yang berbeda.
Tugas 2. Menjelaskan "Looking for indentity"
Saya adalah mahasiswa keperawatan di Stikep PPNI tahun angkatan 36. Menurut saya mahasiswa keperawatan adalah seseorang yang dipersiapkan untuk dijadikan perawat profesional di masa yang akan datang, mahasiswa keperawatan itu menjalani hari-harinya dengan buku-buku yang tebal seperti buku anfis atau anatomi fisiologi, buku kebutuhan dasar manusia,ilmu dasar keperawatan, asuhan keperawatan dan masih banyak lagi.
Tujuan saya masuk Stikep PPNI untuk belajar dan mendapatkan ilmu tentang keperawatan, karena saya berasal dari SMK keperawatan saya ingin melanjutkan ilmu yang saya dapat dari SMK dan menambah ilmu dan wawasan keperawatan di STIKEP PPNI JABAR. Alasan saya masuk jurusan keperawatan adalah saya mengganggap jurusan keperawatan itu memiliki prospek kerja yang bagus selain itu jurusan keperawatan sangat di butuhkan .
Bagi saya perawat itu salah satu pahlawan bagi siapa pun, jadi tujuan saya ingin menjadi perawat yaitu saya ingin berguna untuk siapapun. Sebagai perawat, saya selalu menantang diri saya untuk terus mengembangkan ilmu sehingga saya dapat memberikan perawatan terbaik kepada pasien nanti. Saya percaya kemampuan saya untuk berkomunikasi dengan orang lain adalah salah satu hal yang membuat saya menjadi perawat yang baik.
Saya ingin menjadi perawat yang bukan hanya bisa merawat saja tapi bisa mengajarkan arti kepedulian terhadap sesama. Saya ingin menjadi perawat yang berkompeten sehingga perawat di indonesia bisa di setarakan dengan dokter, karena bagi saya tugas perawat dan dokter tidak jauh berbeda. Bagi saya perawat lebih sering terjun ke lapangan di banding dokter jadi saya ingin perawat sebanding dengan dokter.
Jadi saya ingin menjadi perawat yang bisa mengubah cara pandang masyarakat bahwa perawat bukan pembantu dokter. Saya ingin perawat menjadi prospek dan peluang kerja yang bagus, saya tidak mau perawat di gantikan dengan robot karena sisi kemanusiaan tidak di miliki oleh robot .Jadi saya masuk STIKEP PPNI JABAR salah satu nya untuk menambah wawasan agar bisa menjadi perawat yang berkompeten agar perawat tidak bisa di gantikan dengan apapun.
Tugas 3. Menjelaskan tentang mahasiswa yang memiliki jiwa leadership
Leadership atau biasa di sebut kepemimpinan. Bagi saya pemimpin itu adalah seseorang yang bisa mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi dan mengawasi anggota nya agar dapat melakukan tugas-tugas yang telah direncanakan sehingga mencapai sasaran dan tujuan. Pemimpin berbeda dengan atasan ataupun bos. Bos hanya memerintah tanpa mengawasi anggotanya dalam melakukan sesuatu, sedangkan pemimpin dia tidak memerintah tapi mengarahkan sambil mengawasi. Pemimpin itu harus merakyat dan dapat di percaya.
Leader atau pemimpin harus fasih berbicara, pengetahuan intelektual yang luas, kreatif, bijaksana dan gigih. Biasanya pemimpin harus ikut terlibat di dalam sebuah masalah, walaupun pemimpin tidak melakukan kesalahan tapi tetap saja pemimpin akan terbawa-bawa dan harus bertanggung jawab. Maka dari itu, pemimpin harus menerima risiko dan pemimpin harus memiliki sifat yang teliti dan tidak lupa mengingatkan supaya anggotanya tidak melakukan kesalahan atau mengulang kesalahannya lagi.
Menurut saya mahasiswa yang memiliki jiwa leadership yaitu mahasiswa yang dapat memimpin disuatu organisasi atau kelompoknya. Mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan biasanya mahasiswa yang aktif organisasi seperti BEM (badan ekskusi mahasiswa) atau bisa ketua kelas di kelasnya. Mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan selain memiliki sifat pemimpin tetapi dia juga harus memiliki jiwa sosialisasi dan demokrasi, karena biasanya pemimpin yang memiliki jiwa sosialisasi baik akan di sukai dan di percaya anggotanya.
Ketika masuk dalam dunia kerja, kepemimpinan setiap orang akan terlihat. Sifat kepemimpinan sangat menguntungkan, jika memiliki jiwa kepemimpinan biasanya gampang untuk naik jabatan atau pangkat. Dalam dunia kerja, jika kita memiliki jiwa kepemimpinan biasanya sudah dianggap matang sebagai pekerja, itulah sebabnya banyak perguruan tinggi atau universitas yang mengembangkan potensi agar mahasiswanya bisa menjadi pemimpin atau leadership supaya kelak nanti di dunia kerja bisa mempunyai jabatan yang tinggi.
Di dunia kerja pada bidang kesehatan lebih tepatnya perawat, seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan sangat berperan karena dapat mengatur cara individu yang berjumlah banyak untuk melaksanakan tugasnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien. Jadi menurut saya, di adakannya program mahasiswa berjiwa pemimpin atau leadership di perguruan tinggi sangat menguntungkan, karena selain bisa membentuk karakter diri tetapi bisa juga menjadi seseorang yang berperan di dunia kerja.
Tugas 4. Menjelaskan tentang peran perawat dalam menghadapi era revolusi 4.0
PERAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI REVOLUSI 4.0
Di Indonesia sudah memasuki revolusi 4.0, revolusi 4.0 itu contohnya adalah handphone. Perkembangan era revolusi sangat cepat, perkembangan revolusi sudah memasuki 5 tahap yang pertama revolusi 1.0 yaitu mesin uap, selanjutnya 2.0 yaitu mesin yang lebih berkembang, pada tahap 3.0 yaitu komputer dan yang sekarang 4.0 yaitu handphon, yang terakhir 5.0 atau handphone. Di negara Jepang perkembangan era revolusi sudah mencapai 5.0 yaitu robot.
Revolusi 4.0 merupakan perubahan cara kerja dengan memanfaatkan kemajuan teknologi contohnya seperti pengelolaan data. Teknologi industri sudah menjadi basis utama dalam kehidupan sehari-hari. Dampak positif 4.0 yaitu percepatan automasi atau bertukar informasi, lebih mudah dalam berkomunikasi, dan memudahkan dalam usaha bisnis. Dampak negatifnya adalah membuat kita ketergantungan atau kecanduan hingga lupa waktu.
Tenaga kerja yang akan tetap bertahan jika era revolusi 4.0 menjadi 5.0 yaitu salah satunya tenaga kesehatan. Perawat adalah tenaga kerja kompeten yang harus siap menghadapi industri dunia kerja yang berkembang dengan kemajuan teknologi. Perawat harus mampu menciptakan iptek atau ilmu pengetahuan teknologi yang lebih berinovatif dan kreatif sebagai daya saing dan pembangunan bangsa di era revolusi 4.0 ini, supaya perawat tidak di gantikan oleh robot.
Perawat harus bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang berbasis teknologi. Perawat harus terus berkembang dalam teknologi informasi dan memberi asuhan keperawatan yang benar dan baik untuk meningkatkan mutu pelayanan pasien. Perawat di era industri itu harus mampu melakukan komunikasi. Perawat juga harus beretika dan bermoral karena kelemahan adanya industri 4.0 ini akan membuat sikap apatis atau mementingkan diri sendiri.
Revolusi 4.0 ini akan membuat seseorang acuh terhadap orang-orang sekitar. Maka dari itulah perlu adanya penanaman prinsip etika dan moral. Dalam revolusi 4.0 ini perawat harus memberi pelayanan terhadap publik secara online atau digital. Jadi peran perawat dalam era revolusi 4.0 ini perawat harus berperan dalam perkembangan teknologi dan bisa menciptakan iptek yang berinovatif supaya perawat tidak di kalahkan oleh era revolusi.
Tugas 5. Menjelaskan managemen konflik
MANAGEMEN KONFLIK DARI KONFLIK PRIBADI
Manajemen konflik yaitu suatu aksi perbuatan yang di lakukan seseorang untuk menyelesaikan masalahnya sehingga permasalahan berakhir dan terpecahkan. Masalah yang biasanya di rasakan oleh seorang pelajar atau mahasiswa yaitu memiliki sifat malas. Malas merupakan sifat seseorang yang enggan melakukan sesuatu dan tidak memiliki keinginan untuk melakukannya. Menurut KBBI malas yaitu tidak mau bekerja atau melakukan sesuatu.
Belajar merupakan hal yang wajib di lakukan oleh pelajar atau mahasiswa tapi tetap saja banyak pelajar atau mahasiswa yang seringkali malas jika hendak belajar atau mengerjakan tugas. Banyak sekali penyebab rasa malas itu ada salah satu nya mood atau perasaan kita, mood sangat berpengaruh dalam proses belajar. Selain itu, gadget salah satu penyebab kemalasan karena gadget membuat ketergantungan hingga kita malas untuk melakukan sesuatu.
Malas itu membuat motivasi kita menurun, malas merupakan penyakit mental. Ciri ciri kita memiliki sifat malas yaitu suka menunda-nunda pekerjaan, bawaannya hanya ingin bersantai saja, tidak ada motivasi untuk mengerjakan atau belajar. Malas hal yang lumrah tapi kita bisa mencegahnya dan bisa menghilangkan rasa malas itu sendiri. Malas merupakan salah satu masalah yang sering saya alami tidak hanya dalam belajar tapi dalam melakukan sesuatu.
Malas bisa di cegah atau di hilangkan, biasanya malas akan timbul ketika tugas menumpuk dan deadlinenya masih jauh pasti kita akan menunda pekerjaan tersebut. Malas sering saya rasakan tapi saya bisa mencegahnya, banyak cara untuk mencegah rasa malas itu terjadi, salah satu nya dengan niat jika kita niat rasa malas itu seketika akan hilang. Biasanya saya membuat daftar tugas beserta deadline nya dan di tempel di dinding kamar.
Dengan membuat daftar tugas kita akan selalu ingat dan termotivasi untuk mengerjakan supaya tugas atau pekerjaan cepat selesai, atau bisa dengan memotivasi diri kita sendiri, jika malas saya selalu berusaha untuk ingat tujuan awal saya setelah itu rasa malas saya akan hilang. Jika masih saja malas, paksakanlah diri untuk bisa tepat waktu dan tidak menyianyiakan waktu. Karena jika tidak di mulai dari diri sendiri kita tidak akan pernah bisa menghilangkan rasa malas itu.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar